Anime & Manga ANIME LAINNYA Blue Exorcist Code Geass Death Note Games Neon Genesis Evangelion seribu

Kepagian? 10 Karakter Anime yang Mati Terlalu Cepat

Kepagian? 10 Karakter Anime yang Mati Terlalu Cepat

Kematian merupakan hal yang mengerikan di anime. Setiap karakter pada dasarnya memiliki potensi untuk dimatikan oleh sang pengarang.

Tapi sialnya, ada beberapa karakter anime yang mati terlalu cepat. Beberapa karakter ini hanya tampil beberapa kali sebelum mereka terbunuh nantinya.


CONTINUE READING BELOW


Nah, Duniaku.internet sangat tertarik kali ini untuk membahas mengenai 10 karakter anime yang mati terlalu cepat. Hal ini tentu saja sangat miris bukan?

Langsung saja tanpa basa-basi lagi kita fuel saja inilah 10 karakter anime yang mati terlalu cepat!!

Shiro Fujimoto – Blue Exorcist

Dokumentasi Duniaku.internet

Sebelum kematiannya, Shiro Fujimoto (ayah angkat Rin Okumura) adalah seorang pengusir setan terkemuka yang bisa berhadapan muka dengan hampir semua iblis kecuali ayah biologis Rin, Devil.

Rin sendiri meskipun punya darah keturunan iblis harus membangkang dan bertolak belakang dengan ayahnya.

Kembali ke Fujimoto, meskipun dia sangat kuat, tapi nasibnya sangat sial karena Fujimoto hanya diperlihatkan beberapa episode saja sebelum ia tewas.

Kematiannya sendiri epik yaitu dia dirasuki oleh Iblis, ayah kandung putra angkatnya yang berusaha menyeret Rin kembali ke Gehenna.

Fujimoto kemudian mengorbankan diri untuk bisa menyelamatkan Rin yang dalam keadaan bahaya.

Kaori Miyazono – Your Lie in April

Dokumentasi Duniaku.internet

Kaori Miyazono menderita penyakit sebelum dirinya meninggal. Meskipun tidak mengejutkan, tapi kematiannya sendiri benar-benar mendadak. Yang lebih parah, Kaori tidak sempat mengucapkan perasaannya kepada Kousei Arima.

Tapi pada akhirnya Arima mengetahui perasaan dari Kaori. Sayangnya perasaan itu diketahui Arima setelah Kaori meninggal. Tentu saja hal ini menjadi salah satu kisah yang sangat memilukan di anime.

Kaori juga harus puas menjadi salah satu karakter anime yang matinya terlalu cepat.

Kematian Lawliet harus diakui membuat para penonton banyak yang berhenti menonton kisah Demise Observe.

Meskipun ada beberapa materi keren di paruh kedua anime ini, ketidakhadiran L meninggalkan lubang menganga yang tidak pernah terisi dengan baik tentunya.

Selama seri, L dan Mild Yagami mengembangkan ikatan luar biasa sebagai rival yang ingin menyingkirkan satu sama lain.


CONTINUE READING BELOW


Setelah Mild berhasil membunuh L menggunakan Demise Notice, detektif eksentrik dengan cepat diganti oleh sosok Close to.

Meski pada akhirnya Close to sukses mengalahkan Mild, tapi kematian L yang terlalu cepat benar-benar disayangkan.

Shuusei Kagari – Psycho-Move

Dokumentasi Duniaku.internet

Sistem Sibyl memutuskan Shuusei Kagari adalah seorang penjahat sejak usianya lima tahun. Di usianya ke-21 tahun, Kagari tak punya pilihan selain membantu polisi untuk memecahkan berbagai macam kasus.

Karena Kagari tidak pernah merasakan kecenderungan untuk melakukan kejahatan, dia sangat skeptis terhadap Sistem Sibyl, dan kesal dengan kehidupan yang terbatas yang memaksanya menjadi sosok seperti sekarang.

Dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih jalur kariernya sendiri, menikah, atau memiliki anak.

Hingga akhirnya kisah Kagari harus terhenti usai ia gugur dalam misi. kagari tertembak dan tewas dengan harapan pengorbanannya tidak pernah sia-sia.

Marco Bodt – Assault on Titan

Dokumentasi Duniaku.internet

Kematian Marco tidak diperlihatkan secara eksplisit, Marco baru diketahui tewas setelah tim survey menemukan mayatnya usai misi. Jelas kematian Marco menjadi salah satu kematian tercepat bagi karakter anime.

Padahal jika Marco hidup, kita bakal melihat persahabatan potensialnya dengan sosok Jean yang cenderung banyak disorot sepanjang cerita Assault on Titan.

Pandangan idealis Marco bisa mengubah organisasi menjadi lebih baik tapi sayang dia tewas terlalu dini.

Mami Tomoe — Puella Magi Madoka Magica

Dokumentasi Duniaku.internet

Mami Tomoe berfungsi sebagai mentor bagi Madoka dan kawan-kawan. Dia hangat, ramah, baik hati, dan memiliki banyak hal hingga akhirnya ia tewas karena dibunuh oleh salah satu penyihir.

kematian Mami seharusnya menggambarkan risiko yang melekat dalam memerangi penyihir. Tapi hal tersebut sama sekali tidak digambarkan sama sekali.


CONTINUE READING BELOW


Mami Tomoe harus diakui sebagai salah satu karakter anime yang mati terlalu cepat. Selain itu, di anime ini, Tomoe masih memiliki usia yang sangat muda tentunya.

Biscuit Griffon — Cellular Go well with Gundam: Iron-Blooded Orphans

Dokumentasi Duniaku.internet

Biskuit Griffon memiliki peran penting dalam Iron Blooded Orphans. Dia berteman baik dengan Orga Itsuka, pemimpin sebuah perusahaan keamanan swasta bernama Tekkan.

Yang lebih hebatnya, Biskuit Griffon sering memberikan pendapat yang ciamik ketika Orga Itsuka sedang kesulitan untuk mengambil keputusan.

Selain itu, motivasi utamanya untuk bekerja dengan organisasi adalah untuk mendukung adik-adiknya dan menyekolahkan mereka.

Meskipun Biskuit memiliki tubuh yang gemuk, tapi sifat yang dimilikinya sama seperti para karakter in style anime yang lain yakni bijaksana.

Tetapi menarik melihat karakter yang kelebihan berat badan yang menggunakan otaknya lebih dari perutnya. Kematiannya yang sangat cepat tentu membuat para pencinta anime harus sedikit kecewa.

Dokumentasi Duniaku.internet

“Pelanggar hukum tidak pernah bisa melakukan sesuatu dengan mudah, apa pun yang terjadi pada mereka.”

Pembicaraan heroik ini dengan sempurna langsung membuat nama Hilda menjadi salah satu yang terbaik di anime Outlaw Star. Tapi sayangnya, dia hanya muncul lima episode sebelum dia tewas.

Sebagai seorang penjahat, Hilda banyak memberikan masukan untuk karakter lainnya salah satunya adalah Gene Starwind.

Jika Gene tidak bertemu Hilda, cerita utama di anime ini tidak bakal pernah ada. Hilda tewas dalam pertempuran melawan Bajak Laut Kei. Untuk memberi Gene waktu untuk melarikan diri, dia meledakkan bom yang membuat musuhnya kesulitan.

Hilda hidup dalam ingatan Gene, dan semangatnya mendorongnya untuk mencapai tujuannya. Tak heran jika Hilda menjadi salah satu karakter anime yang mati terlalu cepat.

Kaworu Nagisa — Neon Genesis Evangelion

Dokumentasi Duniaku.internet

Kaworu Nagisa adalah salah satu karakter pertama yang secara serius terhubung dengan Shinji Ikari, protagonis Neon Genesis Evangelion..

Setelah bergabung untuk pertempuran mengerikan, Shinji yang biasa kesepian merasa memiliki rekan karena mereka sama-sama menghabiskan satu malam hingga di episode berikutnya Kaworu Nagisa tewas.


CONTINUE READING BELOW


Ternyata, Kaworu adalah Malaikat ke-17, yang membuatnya berselisih dengan organisasi NERV, termasuk Shinji. Karena itulah Kaworu Nagisa meminta untuk hidupnya diakhiri dan Shinji setuju.

Mungkin bakal sangat menarik jika Kaworu hidup sampai akhir. Tapi demi cerita yang berkembang, Kaworu harus rela hidupnya berakhir.

Dokumentasi Duniaku.internet

Biasanya, ketika seseorang meninggal di Code Geass, kematian diperuntukkan untuk sesuatu yang lebih besar. Tapi lucunya, hal ini tidak terjadi pada Mao.

Mao merupakan penjahat kecil yang menculik Nunnally untuk mendapatkan perhatian CC.

Mao punya alasan bagus untuk berkelahi dengan CC. Tapi dalam pertarungan ini Mao justru menjadi gila karena ia tidak bisa mematikkan kekuatannya untuk membaca pikiran orang.

Nunally berhasil diselamatkan hingga akhirnya Mao langsung dibunuh oleh polisi dengan cepat. Dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya atau melanjutkan hidupnya di dalam seri ini.


Sepertinya itulah 10 karakter anime yang mati terlalu cepat. Ke-10 karakter di atas memang cukup memprihatinkan karena tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih lama dalam seri mereka.

Tapi mau bagaimana lagi, seperti yang sudah dikatakan di atas, terkadang kematian diperlukan untuk membuat cerita menjadi lebih berkembang.

Dari ke-10 karakter anime yang mati terlalu cepat di atas, mana yang menurut kalian paling miris?

!perform(f,b,e,v,n,t,s)
if(f.fbq)return;n=f.fbq=perform()n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments);
if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!zero;n.model=’2.zero’;
n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!zero;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];
s.parentNode.insertBefore(t,s)(window, doc,’script’,
‘https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);
fbq(‘init’, ‘1898822600349139’);
fbq(‘monitor’, ‘PageView’);
(perform(d, s, id)
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = ‘https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v3.2&appId=1994327914020643&autoLogAppEvents=1’;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
(doc, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(perform(d, s, id)
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = ‘https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v3.2&appId=1994327914020643&autoLogAppEvents=1’;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
(doc, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));